Kamis, 19 Februari 2026

Konsep Dasar OPM (Optical Power Meter)

 

Gambar 430 OPM  (Optical Power Meter)


1.  Konsep Dasar OPM (Optical Power Meter)


Pengertian

Optical Power Meter (OPM) adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur daya sinyal cahaya (optical power) pada sistem komunikasi serat optik.


OPM bekerja dengan cara:

·         Menerima sinyal cahaya dari ujung fiber

·         Mengubah energi cahaya menjadi sinyal listrik melalui photodetector

·         Menampilkan hasil dalam satuan dBm atau mW

 

Prinsip Kerja OPM

1.    Sumber cahaya (OLS – Optical Light Source) mengirimkan sinyal ke fiber

2.    Cahaya merambat melalui serat optik

3.    OPM menangkap cahaya di ujung fiber

4.    Sensor mengonversi cahaya menjadi arus listrik

5.    Nilai daya ditampilkan di layar


Biasanya digunakan berpasangan dengan:

  • OLS (Optical Light Source) untuk mengukur redaman (loss)

 

2.  Fungsi OPM

OPM memiliki beberapa fungsi utama dalam instalasi dan maintenance jaringan fiber optik:

 

2.1 Mengukur Daya Optik (Optical Power)

Mengetahui besar daya cahaya yang diterima pada ujung fiber.

Contoh:

·     Hasil pengukuran: -18 dBm

2.2. Mengukur Loss (Redaman)

Digunakan bersama OLS untuk menghitung besar redaman kabel.

Rumus:


Loss (dB) = P
kirim – P terima

Contoh:

·         Daya kirim: -5 dBm

·         Daya terima: -15 dBm

·         Loss = 10 dB


2. 3. Troubleshooting Jaringan Fiber

Untuk mendeteksi:

·         Sambungan buruk

·         Konektor kotor

·         Fiber putus

·         Redaman berlebih


2.4. Pengujian Instalasi Baru

Memastikan jaringan memenuhi standar sebelum diserahkan ke pelanggan.

 

3. Satuan Pengukuran OPM

3.1 dBm

Satuan logaritmik terhadap 1 mW.

·          0 dBm = 1 mW

·          Nilai negatif daya kecil

·          Nilai positif daya besar

 

3.2 mW (milliwatt)

Satuan daya absolut.

Hubungan:

 

dBm = 10 Log10(P(mW))

  

4. Panjang Gelombang (Wavelength) Pengukuran


OPM harus disesuaikan dengan panjang gelombang sistem.


Umumnya:

·         850 nm Multimode

·         1310 nm Singlemode

·         1550 nm Singlemode jarak jauh

·         1490 nm FTTH downstream

Jika salah memilih wavelength, hasil pengukuran tidak akurat.

 

5. Parameter Keberhasilan Hasil Pengukuran


Berikut indikator apakah hasil pengukuran dianggap baik atau tidak:

 

5.1. Nilai Redaman (Loss) Sesuai Standar

Standar umum:

 

Komponen

 

Standar Loss

Splicing

 

≤ 0.1 – 0.3 dB

Konektor

 

≤ 0.5 dB

Link FO total

 

≤ 0.35 dB/km (SM 1310 nm)

 

Jika hasil melebihi standar instalasi bermasalah.

 

5.2   Power Receive Sesuai Spesifikasi Perangkat

 

Contoh standar GPON:

 

Parameter

Nilai Normal

RX ONT

-8 s/d -28 dBm

 

Jika:

·         Lebih kecil dari -28 dBm sinyal lemah

·         Lebih besar dari -8 dBm sinyal terlalu kuat

 

5.3 Stabilitas Pembacaan

 

Hasil tidak berubah-ubah drastis.

Jika angka naik turun kemungkinan:

·       Konektor longgar

·       Fiber kotor

·       Sumber cahaya tidak stabil

 

5.4 Perbandingan dengan Perhitungan Teoritis

 

Loss hasil ukur harus mendekati hasil perhitungan:

 

Total Loss = (Panjang kabel × redaman/km) + Loss Konektor + Loss Splice

 

Jika selisih besar ada masalah di jalur.

6. Faktor yang Mempengaruhi Akurasi OPM


6.1  Kebersihan konektor

6.2  Pemilihan wavelength

6.3 Kalibrasi alat

6.4  Jenis fiber (SM/MM)

6.5  Kualitas splicing

6.6  Suhu lingkungan

 

 7. Contoh Analisis Hasil Pengukuran

 

Misal:

·         Panjang kabel: 10 km

·         Redaman standar: 0.35 dB/km

·         2 konektor (0.5 dB)

·         4 splice (0.1 dB)

 

Perhitungan:

·         Kabel: 10 × 0.35 = 3.5 dB

·         Konektor: 1 dB

·         Splice: 0.4 dB

·         Total = 4.9 dB

 

Jika hasil OPM menunjukkan 5.1 dB masih normal

Jika menunjukkan 9 dB ada masalah

 

 8.  Kesimpulan


8.1  OPM adalah alat untuk mengukur daya optik pada jaringan fiber

8.2  Digunakan untuk pengukuran power dan loss

8.3  Hasil dinyatakan dalam dBm atau mW

8.4  Keberhasilan pengukuran ditentukan oleh:

·         Nilai loss sesuai standar

·         Power receive sesuai spesifikasi

·         Stabilitas hasil ukur

·         Kesesuaian dengan perhitungan teoritis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.