Tampilkan postingan dengan label Master Boot Record. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Master Boot Record. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2022

Harus Tahu! Berikut Perbedaan MBR dengan GPT Pada Partisi


Gambar 353.Y3 Perbedaan MBR
dengan GPT Pada Partisi

Perbedaan MBR dengan GPT – Media penyimpanan yang ada pada komputer atau laptop tentu adalah harddisk. Namun, ada juga yang menggunakan Solid State Drive atau SSD sebagai media penyimpanan generasi terbaru untuk komputer. 

Ukuran daripada media penyimpanan terserbut bermacam-macam. Ada yg 180GB, 250GB, 500GB bahkan hingga 2TB. Dengan hadirnya berbagai penyimpanan tersebutlah kita bisa menyimpan berbagai jenis file dan program yang ada didalam komputer.

Dari sekian ukuran yang telah disebutkan, kita tak mungkin menjadikan satu ukuran tersebut sebagai penyimpanan utama. Kita harus membagi ukuran tersebut dengan tujuan untuk memisahkan antara file pribadi dengan file program. Pembagian ukuran penyimpanan ini biasa disebut dengan partisi dan partisi ini terbagi menjadi dua tabel yakni ada MBR dan GPT.

Jumat, 13 Agustus 2021

Penjelasan Boot Loader

Gambar 324.V4
Grub Boot Loader


Boot Loader adalah suatu program yang sudah tertanam pada suatu sistem operasi untuk mem-boot atau memanggil sistem operasi yang ada pada hard disk dan media boot lainnya seperti flashdisk (contohnya GRUB dan LILO). 

Biasanya Boot Loader digunakan untuk memilih sistem operasi yang ada pada hard disk karena pada hard disk tersebut memiliki lebih dari 1 sistem operasi. Boot Loader ini, dimuat pada BIOS komputer, yang kemudian digunakan untuk memanggil kernel suatu sistem operasi.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Pengertian dan Fungsi BIOS

Gambar 42. BIOS

BIOS merupakan singkatan dari Basic Input Output System. BIOS merupakan sebuah program atau software antarmuka tingkat rendah yang berfungsi mengendalikan atau mengontrol perangkat keras yang terpasang pada komputer. BIOS disimpan atau ditanamkan di ROM ( Read Only Memory ).

Setiap Motherboard memiliki yang namanya BIOS, dan bila BIOS ini rusak maka kemungkinan besar motherboard tidak dapat digunakan kembali ( kecuali BIOS di install ulang atau di upgrade ). Karena BIOS ditanamkan di ROM, maka kemungkinan kita hanya bisa merubah pengaturan yang telah ada, misalkan kita merubah besarnya memory yang digunakan untuk VGA yang berjenis onboard, atau mengubah waktu dan tanggal, serta mengubah settingan dasar lainnya.