Senin, 04 Juli 2022

Internet Of Things

Gambar 344.X4 Internet Of Things



Pengertian Internet Of Things

Internet of Thing (IoT) adalah sebuah konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. 

Perkembangan IoT dapat dilihat mulai dari tingkat konvergensi teknologi nirkabel, microelectromechanical (MEMS), internet, dan QR (Quick Responses) Code. IoT juga sering diidentifikasi dengan RFID (Radio Frequency Identification) sebagai metode komunikasi.

“A Things” pada Internet of Things dapat didefinisikan sebagai subjek misalkan orang dengan monitor implant jantung, hewan peternakan dengan transponder biochip, sebuah mobil yang telah dilengkapi built-in sensor untuk memperingatkan pengemudi ketika tekanan ban rendah. Sejauh ini, IoT paling erat hubungannya dengan komunikasi machine-to-machine (M2M) di bidang manufaktur dan listrik, perminyakkan, dan gas. Produk dibangun dengan kemampuan komunikasi M2M yang sering disebut dengan sistem cerdas atau “smart”. Sebagai contoh yaitu smart kabel, smart meter, smart grid sensor.

Selain itu, juga mencakup teknologi berbasis sensor, seperti teknologi nirkabel, QR Code yang sering kita jumpai. Kemampuan dari IoT sendiri tidak perlu diragukan lagi. Banyak sekali teknologi yang telah menerapkan sistem IoT, sebagai contoh sensor cahaya, sensor suara dari teknologi Google terbaru, yaitu Google Ai, dan Amazon Alexa.

Dan yang terbaru saat ini, penerapan Smart City yang sudah dilakukan di beberapa negara maju, seperti China dan Jerman. Sehingga, segala bentuk aktivitas penduduk suatu kota dapat termonitoring dengan baik oleh sistem dengan jaringan basis data berskala besar.

Penelitian pada IoT masih dalam tahap perkembangan. Oleh karena itu, tidak ada definisi dari Internet of Things. Berikut adalah beberapa definisi alternatif dikemukakan untuk memahami Internet of Things (IoT), antara lain (id.wikipedia.org):

Menurut Ashton pada tahun 2009 definisi awal IoT adalah Internet of Things memiliki potensi untuk mengubah dunia seperti pernah dilakukan oleh Internet, bahkan mungkin lebih baik. Pernyataan tersebut diambil dari artikel sebagai berikut:

“Hari ini komputer dan manusia, hampir sepenuhnya tergantung pada Internet untuk segala informasi yang semua terdiri dari sekitar 50 petabyte (satu petabyte adalah 1.024 terabyte) data yang tersedia pada Internet dan pertama kali digagas dan diciptakan oleh manusia. Dari mulai magnetik, menakan tombol rekam, mengambil gambar digital atau memadai kode bar.

Diagram konvensional dari Internet meninggalkan router menjadi bagian terpenting dari semuanya. Masalahanya adalah orang memiliki waktu, perhatian dan akurasi terbatas. Mereka semua berarti tidak sangat baik dalam menangkap berbagai data tentang hal di dunia nyata.


Sejarah dan Perkembangan Internet of Things

Di tahun 1989, John Romkey dan Simon Hackett mengkoneksikan sebuah pemanggang roti ke Internet yang bisa bekerja sesuai komando dari komputer. Saat itu konsep ini dikenal dengan sebutan “embedded internet” atau “pervasive computing”. Namun, di tahun 1999 istilah Internet of Things dicetuskan oleh Kevin Ashton mengikuti peluncuran teknologi RFID atau Radio-Frequency Identification.

Perkembangan IoT pun dimulai. Dari inovasi RFID yang memungkinkan pelacakkan barang lewat frekuensi radio secara jarak jauh, berlanjut ke berbagai inovasi dalam obyek display data berbetuk bola berwarna atau robot kelinci, lalu dimulainya penggunaan Internet Protocol (IP) dalam jaringan smart objects tahun 2008, dan IPv6 di tahun 2011 yang memberikan informasi identitas dan lokasi sebuah perangkat dalam jaringan internet.

Teknologi IoT terus berkembang hingga sekarang. Seperti yang ditunjukan pada gambar Hype-Cycle hasil riset Gartner 2019 berikut ini, ekspektasi market untuk IoT sudah cukup mature sehingga dalam 5-10 tahun teknologi ini akan semakin stabil dan diterima market secara luas. Memasuki generasi ke 2 dan 3, resiko penerapan IoT akan semakin kecil dan 20% dari target market akan menggunakan IoT.


Cara Kerja Internet of Things

Seperti namanya, Internet of Things bergantung pada Internet sebagai konektivitas antara sensor atau perangkat yang akan saling berkomunikasi di cloud. Data dari sensor yang dikirim ke cloud akan diproses oleh software yang akan menentukan action selanjutnya. Action ini bisa berbentuk pengiriman alert, penyesuaian jadwal, penutupan akses pada alat, atau lainnya.

Solusi IoT dapat dikontrol oleh user lewat dashboard dari komputer, laptop, atau mobile device lainnya. User atau pegawai yang sudah diberikan izin dapat mengatur dan mengubah action dan rules sesuai kebutuhan perusahaan. Perubahan ini akan dikirim lagi ke cloud lalu sensor yang berkaitan akan segera ter-update. Kita akan membahas setiap bagian pada sistem IoT ini di segmen berikutnya.


Unsur Pembentuk Internet of Things

Teknologi seperti Artificial Intelligence, Machine Learning, dan Computer Vision bisa ditambahkan ke sistem IoT. Namun pada bentuk yang paling sederhana, inilah 4 elemen utama yang membentuk sebuah sistem IoT:

1. Sensor atau device

Solusi IoT memiliki berbagai bentuk. Terkadang sebuah device memiliki lebih dari 1 sensor. Contohnya, solusi manajemen aset likuid, INTANK, memiliki sensor temperatur dan sensor pengukur level likuid. Solusi monitoring aset seperti APM memiliki 2 device bersensor yang diletakan di aset dan di ruangan atau alat transportasi aset.

Sesuai dengan kegunaan masing-masing, sensor-sensor ini bertugas mengumpulkan data setiap saat, sesuai interval waktu yang ditentukan. Karena sensor mengumpulkan data berukuran kecil, baterai pada device bisa lebih tahan lama, seperti sensor NB-IoT bisa bertahan selama 10 tahun tanpa ganti baterai.

2. Konektivitas

Tanpa konektivitas, data pada device tidak akan sampai ke sistem. Sarana komunikasi device dengan sistem IoT bisa beragam. Koneksi selular, satelit, WiFi, bluetooth, low power wide area network (LPWAN), dan lainnya.

Pemilihan konektivitas selalu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Untuk industri yang menggunakan banyak device kecil di area yang luas seperti pada pertanian dan penyaluran listrik, LPWAN adalah jenis konektivitas tepat. Sedangkan untuk industri finansial yang memerlukan keamanan tinggi, SD-WAN dan Managed Service Connectivity.

3. Data processing

Saat data dari sensor masuk ke cloud, processing pun dimulai. Karena data selalu datang dan selalu diperbaharui, software bisa melihat perkembangan aset secara real-time dan memastikan aktivitas aset sesuai rule/parameter yang telah ditentukan.

Prosesnya bisa sederhana seperti memastikan tanggal maintenance truk pengiriman di solusi FleetSight. Bisa juga kompleks seperti mengidentifikasi penggunaan masker atau Alat Pelindung Diri (APD) di ruang publik lewat gambar dari kamera security berteknologi Computer Vision.

Proses ini terjadi sangat cepat dan segera mengaktifkan action instan seperti memberi notifikasi pada manajer armada tentang kebutuhan maintenance sebuah truk atau menotifikasi petugas keamanan tentang orang yang tidak mengenakan APD di area yang telah ditentukan.

4. Dashboard atau User Interface

Dashboard adalah tempat data ditampilkan agar user dapat mengamati aktivitas real-time yang terjadi pada seluruh device dalam perusahaan. Di sini user juga dapat mengubah pengaturan, rules, dan action yang dilakukan oleh sistem IoT.

Misalnya, dengan menggunakan fitur Location Information (LOCI) sebagai tracker lokasi device, Anda bisa membuat aturan atau rule bahwa mesin EDC tidak bisa keluar dari toko. Lalu, Anda bisa menentukan action otomatis yang akan terjadi jika rule ini dilanggar. 

Dalam kasus ini, Anda bisa mematikan koneksi SIM card pada EDC untuk memastikan tidak ada pencurian data. Fitur ini bernama “set and forget automation” yang memerintahkan sistem untuk selalu menggunakan action yang sama saat skenario serupa terjadi.

Dashboard solusi Telkomsel IoT dapat diakses 24 jam dari browser di laptop atau handphone. Sehingga, di manapun Anda berada, Anda bisa memantau aktivitas usaha dari jarak jauh. User interface yang sederhana memudahkan pegawai untuk mengelola dengan cepat dan mengerti data yang paling komprehensif.

Cara kerja IoT

Cara kerja internet of things adalah memanfaatkan sebuah argumentasi dari algoritma bahasa pemrograman yang telah tersusun. Dimana, setiap argumen yang terbentuk akan menghasilkan sebuah interaksi yang akan membantu perangkat keras atau mesin dalam melakukan fungsi atau kerja.

Sehingga, mesin tersebut tidak memerlukan bantuan dari manusia lagi dan dapat dikendalikan secara otomatis. Faktor terpenting dari jalannya program tersebut terletak pada jaringan internet yang menjadi penghubung antar sistem dan perangkat keras. Tugas utama dari manusia adalah menjadi pengawas untuk memonitoring setiap tindakan dan perilaku dari mesin saat bekerja.

Kendala terbesar dari pengembangan Internet of things adalah dari sisi sumber daya yang cukup mahal, serta penyusunan jaringan yang sangat kompleks. Biaya pengembangan juga masih terlampau mahal dan tidak semua kota atau negara telah menggunakan IoT sebagai kebutuhan primer mereka.

Contoh internet of things

Banyak sekali contoh dari penerapan IoT dalam kehidupan sehari – hari yang tanpa anda sadari sangat dekat dengan anda. Berikut merupakan beberapa contoh bidang yang telah menerapkan teknologi IoT.

1, Bidang kesehatan

Contoh internet of things yang pertama dalam bidang kesehatan. Saat ini, banyak sekali teknologi advanced yang dapat membantu kinerja dari dokter maupun tenaga medis. IoT juga membuat sebuah terobosan baru dalam pengembangan mesin dan alat medis untuk mendukung kinerja dari tenaga medis agar lebih efektif, tepat, dan mengurangi resiko kesalahan.

Salah satu contoh dari keberadaan IoT dalam dunia kesehatan adalah membantu dalam proses pendataan detak jantung, mengukur kadar gula tubuh, mengecek suhu tubuh dan lain sebagainya. Data yang diperoleh akan disimpan dalam penyimpanan data berskala besar.

Saat ini lebih dikenal dengan big data. Dengan menggunakan big data mampu membaca informasi dan data yang berupa angka atau teks secara cepat, dan efisien. Tenaga medis tidak perlu lagi untuk mencatat secara manual, karena semua informasi dapat ditampung dalam basis data dan akan dikirimkan pada mesin IoT untuk menjalankan tugas sesuai dengan algoritma yang dikembangkan.

2. Bidang energi

Dalam bidang energi, terdapat bervariasi permasalahan yang timbul. Mulai dari polusi atau pencemaran, pemborosan, dan berkurangnya pasokan sumber daya. Oleh karena itu, dengan adanya IoT sendiri mampu untuk mengurangi beberapa resiko tersebut. Misalnya saja, dengan penerapan sensor cahaya mampu untuk mengurangi penggunaan energi listrik.

Dengan sensor tersebut, mampu menangkap partikel cahaya, sehingga saat cahaya tersebut banyak maka lampu akan mati. Namun, saat tidak ada pasokan cahaya, maka lampu akan otomatis menyala.

Kemudian, juga dapat menerapkan pada fungsi penjadwalan yang dilakukan pada mesin oven, mesin pemanas yang telah terintegrasi dengan jaringan internet. Dan contoh konkret yang sering kita jumpai adalah pada smart TV yang telah menerapkan IoT untuk metode pencarian channel disesuaikan dengan pilihan pengguna (user).

3. Transportasi

Teknologi cerdas juga telah mencapai bidang transportasi umum. Biasanya, anda selalu mengendarai sebuah mobil sendiri sesuai dengan aturan dan kemampuan berkendara yang telah anda pelajari. Namun, apakah anda sudah mengetahui saat ini ada penemuan terbaru, dimana anda dapat menjalankan mobil tanpa mengemudi sendiri.

Mobil tersebut dapat berjalan sendiri sesuai dengan prosedur dan terprogram dengan baik. Jadi, anda dapat merasakan sensasi seperti pada sistem autopilot di pesawat. Tahap pengembangan kendaraan tersebut masih diujicobakan di beberapa negara maju.

Selain kendaraan, sistem lalu lintas juga termasuk dalam cakupan internet of things. Dengan IoT, mampu untuk mengontrol berbagai sistem lalu lintas saat kondisi macet maupun sepi. Sehingga, mampu mengurangi resiko angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas yang terjadi.

4. Lingkungan umum

Contoh internet of things yang terakhir yaitu dalam bidang lingkungan umum. Dimana segala aktivitas manusia, tumbuhan, maupun hewan dapat dipantau dan diawasi dengan menggunakan teknologi IoT. Misalnya saja, untuk melakukan penelitian kualitas air harus dibutuhkan sumber informasi yang akurat dan terpercaya.

Dengan bantuan internet of things, mampu untuk mencari sumber data secara valid dan cepat. Tidak hanya itu, cakupan wilayah geografis yang disajikan juga cukup luas dan dapat menjangkau lebih banyak daerah. Dengan bantuan big data, permasalahan mengenai kecepatan transfer data dan pembacaan data data tertutupi dengan baik.

5. Penerapan IoT Pada Sektor Bisnis

Mari kita kembali ke topik awal yaitu permasalahan bisnis pada masa transisi New Normal. Disaat physical distancing masih harus diterapkan dan jumlah karyawan tidak bisa maksimal, usaha Anda memerlukan solusi operasional yang bisa dikelola secara remote, selama 24 jam penuh, dan memberikan visibilitas total pada aktivitas bisnis. 

Tentu aplikasi chat dan video-call bisa digunakan sebagai sarana komunikasi manual antar pegawai. Namun, ada cara mengelola operasi usaha yang lebih cepat, lebih efisien, dengan ketepatan data yang bisa dipercaya yaitu lewat penerapan solusi Internet of Things.

Untuk perusahaan jasa pengiriman barang, solusi IoT TOMS dapat mengoptimalkan jadwal pengiriman barang dengan menyesuaikan rute dan waktu pengiriman sesuai dengan jumlah driver yang aktif. Jika ada pesanan mendadak yang masuk, sistem TOMS dapat secara otomatis menyesuaikan jadwal agar pengiriman tetap tepat waktu dan menotifikasi driver akan perubahan tersebut.

Solusi TOMS yang bekerja sebagai order management system ini bisa juga digunakan untuk penjadwalan cek Rapid Test COVID-19 untuk organisasi kesehatan, penjadwalan survey rumah atau mobil untuk asuransi, penjadwalan pengiriman makanan untuk industri F&B, dan sebagainya.

Perusahaan yang Menerapkan Teknologi IoT

IoT sudah semakin sering digunakan di berbagai industri sebagai solusi pengelolaan bisnis yang efektif. Selain konfigurasinya mudah disesuaikan dengan kebutuhan usaha, solusi IoT menjadi pilihan karena perkembangan teknologi ini cukup pesat. Sehingga, usaha yang menggunakan IoT bisa mengakselerasi pertumbuhannya secara jangka panjang, tanpa perlu mengganti platform.

Organisasi medis Palang Merah Indonesia sudah menerapkan beberapa solusi IoT, FleetSight, TOMS, dan APM, untuk mengelola serta memantau armada truk disinfektan dan pengiriman plasma darah ke berbagai rumah sakit di Jabodetabek.

Sebuah perusahaan es krim nasional menggunakan APM untuk memantau kinerja kulkas es krim di berbagai pasar swalayan. Sementara perusahaan pemasok ikan beku menggunakan solusi yang sama untuk memantau waktu kapal keluar masuk pelabuhan. Perusahaan minimarket menggunakan Managed SD-WAN sebagai solusi konektivitas yang bisa dipantau dan dikelola lewat dashboard di kantor pusat. Harga konektivitas yang terjangkau dan pemasangan yang cepat memudahkan perusahaan untuk membuka lokasi baru dengan cepat, hanya dalam hitungan jam.


Manfaat internet of things

Setelah mengetahui dengan rinci mengenai contoh internet of things, berikutnya masuk pada pembahasan mengenai manfaat internet of things. Manfaat disini dapat dibagi menjadi tiga bagian.

1. Memudahkan proses konektivitas

Manfaat IoT yang pertama adalah memudahkan dalam proses konektivitas antar perangkat atau mesin. Semakin koneksi antar jaringan baik, maka sistem perangkat dapat berjalan dengan lebih cepat dan fleksibel.

Anda mungkin masih banyak yang menggunakan alat konvensional, namun apabila anda mencoba untuk mengoperasikan sebuah sistem secara terpusat hanya melalui perangkat mobile, maka jawabannya yang pasti adalah dengan menggunakan teknologi cerdas.

2. Ketercapaian efisiensi

Manfaat internet of things yang kedua adalah tercapainya efisiensi kerja. Semakin banyak konektivitas jaringan yang terbentuk, semakin kecil pula jumlah penurunan waktu untuk melakukan tugas. Sehingga, aktivitas dan kinerja manusia menjadi lebih terbantu dengan adanya IoT.

3. Meningkatkan efektivitas monitoring kegiatan

Dengan menggunakan internet of things, efektivitas untuk mengontrol dan monitoring sebuah pekerjaan menjadi lebih mudah. Selain itu, teknologi cerdas juga mampu untuk memberikan rekomendasi atau alternatif pekerjaan yang lebih mudah bagi pengguna.

Contoh Produk IoT Sederhana yang Ada di Sekitar Kita

1. Teknologi CityTouch untuk Memantau Lampu Penerangan secara Real Time

Untuk mengawasi lampu penerangan di tempat publik, Pemprov DKI Jakarta menggunakan teknologi CityTouch. Teknologi ini memungkinkan Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta memantau kondisi lampu penerangan secara real time. Dengan demikian, petugas dapat melakukan perbaikan lebih cepat jika terdapat lampu penerangan yang rusak.

Teknologi ini tentu dapat memangkas proses perbaikan yang memakan waktu karena petugas harus menunggu laporan warga. Kini, semua bisa dilakukan lebih cepat karena kondisi lampu dapat dipantau dari layar smartphone petugas.

2. Alat Pendeteksi Gempa EWS

Tim ahli Universitas Gadjah Mada mengembangkan alat pendeteksi gempa EWS berbasis IoT. Berkat alat ini, kemunculan gempa dapat diprediksi dalam kurun waktu 3 hari hingga 2 minggu sebelumnya. Keberadaan alat pendeteksi gempa ini bisa menjadi angin segar di Indonesia, lho.

Pasalnya, Indonesia adalah negara dengan risiko gempa yang tinggi. Dengan adanya alat pendeteksi gempa ini, pemerintah dapat melakukan penanganan yang lebih cepat. Risiko korban jiwa dan kerusakan pun dapat ditekan. Untuk informasi selengkapnya, silakan membaca “UGM Kembangkan Sistem Berbasis IoT untuk Deteksi Gempa”.

3. Alat Monitoring Kualitas Kopi

Menurut data Organisasi Kopi Dunia pada Oktober 2008 sampai September 2019 (dikutip dari Investor.id), konsumsi kopi di Indonesia meningkat 44%. Dengan tingginya konsumsi kopi, para produsen kopi di Indonesia dituntut untuk dapat memproduksi kopi dalam jumlah besar tanpa mengorbankan kualitasnya.

Untuk menjaga kualitas dan konsistensi rasa kopi, Anda dapat memanfaatkan teknologi IoT. Smart Coffee Monitoring adalah alat berbasis IoT yang berfungsi untuk memonitor kualitas dan konsistensi rasa kopi. Dengan demikian, kualitas dan cita rasanya akan tetap sama meskipun diolah oleh orang yang berbeda.

4. Mengumpulkan Foto Member JKT48 tanpa Antre!

AsiaQuest, perusahaan induk dari AsiaQuest Indonesia mengembangkan aplikasi canggih berbasis IoT untuk event handshake JKT48 pada bulan Juli 2019 silam. Aplikasi bernama Handshake Foto2 Reli ini dikembangkan dengan platform beaconnect plus. Dengan adanya aplikasi ini, peserta dapat menikmati acara sembari mengumpulkan foto eksklusif dari member JKT48.

Setelah aplikasi dipasang di smartphone, Anda dapat menggunakannya untuk memindai di poin akuisisi foto. Nantinya, Anda tidak perlu antre untuk mendapatkan foto eksklusif dari member JKT48. Setelah berhasil mengumpulkan enam belas foto dari berbagai poin akuisisi foto, Anda berhak untuk menerima foto spesial!Kulkas Pintar, 

5. Mengecek Stok Makanan di Kulkas dari Balik Layar Smartphone!

Apakah Anda pernah mendengar konsep kulkas pintar? Kulkas pintar ditanami sensor yang memungkinkan pengguna dapat mengecek isinya dari jarak jauh. Anda hanya perlu mengecek smartphone untuk mengetahui ketersediaan bahan makanan di dalam kulkas.

Selepas pulang dari kantor, Anda dapat langsung mampir ke supermarket untuk membeli stok bahan makanan yang sudah habis tanpa harus pulang ke rumah. Kulkas pintar ini bisa menjadi solusi untuk mereka yang sangat sibuk sehingga tidak ada waktu untuk mengurus dapur.

6. Alat untuk Memantau Lokasi Bus Transjakarta

Salah satu adopsi IoT yang sangat dekat dengan kehidupan adalah alat pelacak bus Transjakarta. Teknologi ini memungkinkan Anda mengetahui lokasi bus Transjakarta secara real time dan memperkirakan waktu tempuhnya. Dengan demikian, Anda dapat menghemat waktu karena tahu kapan armada bus akan datang.

Tidak disangka-sangka, sudah banyak produk IoT sederhana yang ada di sekitar kita, bukan? Berkat IoT, kehidupan kita menjadi lebih praktis, cepat, dan mudah. Anda pun bisa mengalihfungsikan sisa waktu yang ada untuk hal-hal yang lebih produktif!


Kesimpulan

Internet of things adalah sebuah konsep dimana objek mampu mengirimkan data menggunakan jaringan untuk melakukan aktivitas kerja tanpa bantuan dari manusia atau interaksi dengan perangkat komputer.

Contoh penerapan IoT dapat dilakukan di berbagai bidang seperti kesehatan, transportasi, lingkungan, energi, bisnis dan lain sebagainya. Manfaat utama dari internet of things adalah ketercapaian efisiensi, efektivitas, dan konektivitas.

Internet of Things adalah solusi komunikasi antar mesin yang dapat memberi visibilitas usaha secara real-time. Konektivitas 24 jam disertakan berbagai fitur otomasi menjadikan IoT sebagai cara efektif untuk memantau dan mengelola usaha dari jarak jauh. 

Sehingga sumber daya yang ada bisa dialihkan untuk mengurus kebutuhan mendesak. Bisnis pun cepat beradaptasi dan produktivitas terus terjaga, bahkan di masa New Normal yang penuh perubahan ini.

Sumber :
https://www.smkn4tangsel.sch.id/read/7/artikel-internet-of-things#:~:text=Pengertian%20Internet%20Of%20Things,manusia%20atau%20manusia%20ke%20komputer.
https://idcloudhost.com/mari-mengenal-apa-itu-internet-thing-iot/
https://telkomseliot.com/id/berita-insight/internet-of-things-definisi-sejarah-manfaat-penerapan
https://www.sekawanmedia.co.id/pengertian-internet-of-things/
https://aqi.co.id/news/contoh-produk-iot-sederhana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.