Jumat, 14 Februari 2020

Perhitungan Subnetting

Perhitungan Subnetting ini sebenarnya sudah dibahas secara panjang lebar oleh Bapak Romi Satria Wahono dalam artikel beliau Perhitungan Subnetting, Siapa Takut?

Tetapi untuk melengkapi artikel sebelumnya tentang Mengenal Teknik Subnetting, maka dalam artikel ini saya akan mencoba membahas cara melakukan perhitungan subnetting.

CIDR – Classless Inter Domain Routing

Dalam melakukan perhitungan soal subnetting ini kita akan menggunakan metoda CIDR (Classless Inter Domain Routing) yaitu metoda pengalamatan IP Address tanpa kelas (Classless addressing). 

Yang merupakan pengembangan dari pengalamatan IP Address berdasarkan pengkelasan seperti yang sudah dibahas pada artikel Mengenal Apa Itu IP Address.

CIDR menghindari cara pemberian IP Address tradisional menggunakan kelas A, B dan C. CIDR menggunakan “network prefix” dengan panjang tertentu. Prefix length menentukan jumlah bit sebelah kiri yang akan dipergunakan sebagai Network ID (masih inget ya bahwa IP Address terdiri dari Network ID dan Host ID. 

Network ID tidak sama dengan Network Address. Network ID adalah bagian dari IP Address sedangkan Network Address adalah IP Address dimana Host ID-nya diset 0 semua ).

Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP Address digunakan tanda garis miring (Slash) “/”, diikuti dengan angka yang menunjukan panjang network prefix ini dalam bit. 

Misalkan suatu IP Address ditulis 192.168.0.1/27 hal ini mengandung arti IP Address tersebut memiliki 27 bit sebagai Network ID.

Menentukan Subnet Mask Dengan CIDR 

Subnet Mask atau Netmask adalah angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar. Bit yang menunjukkan Network ID diset 1 dan bit yang menunjukkan Host ID diset 0.

Suatu IP Address 192.168.0.1/27 berarti memiliki 27 bit sebagai Network ID dan 5 bit sisanya sebagai Host ID (masih ingatkan IP address terdiri dari 32 bit). Sehingga Subnet Mask dari IP Address tersebut adalah 11111111.11111111.11111111.11100000 atau 255.255.255.224.


Contoh Soal Perhitungan Subnetting

Soal –soal perhitungan subnetting biasanya berkisar di empat masalah yaitu: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet dan Alamat Host-Broadcast.

Contoh Soal:

Subnetting apa yang terjadi pada IP Address kelas C 192.168.1.0/27 ?

Jawab:
Subnet mask dari 192.168.1.0/27 adalah 11111111.1111111.11111111.11100000 atau 255.255.255.224, maka:

Jumlah Subnet
Jumlah subnet dapat dicari dengan 2 pangkat x, dimana x adalah banyaknya angka 1 pada oktet ke-4, dalam perhitungan subnet mask diatas ada 3, sehingga Jumlah subnet mask adalah 2 pangkat 3 sama dengan 8 buah subnet 

Jumlah Host
Jumlah host pada tiap subnet dapat dicari dengan 2 pangkat y, dimana y adalah banyaknya angka 0 pada oktet ke-4, dalam perhitungan diatas ada 5, sehingga Jumlah Host tiap subnetnya adalah 2 pangkat 5 sama dengan 30 host tiap subnet.
Jadi dengan network prefix /27 ini kita bisa membuat 8 buah Subnet dimana tiap subnetnya bisa digunakan untuk maksimal 30 host 

Blok Subnet
Blok Subnet = 256-224 = 32.
Ini sesuai dengan perhitungan no 2 bahwa jumlah host akan ada 30 dan ditambah dengan network address dan broadcast address maka tiap blok subnet ini akan berisi total 32 address.

Untuk mencari blok subnet berikutnya, tinggal ditambah lagi aja dengan 32 sehingga, 32+32=64, 64+32=96, 96+32=128, dst

Atau bisa juga dengan cara perkalian, 
32 dikali 2 = 64, 
32 dikali 3 = 96, 
32 dikali 4 = 128, 
32 dikali 5 = 160, 
32 dikali 6 = 192, 
32 dikali 7 = 224, 
32 dikali 8 = 256 (tidak mungkin).

Sehingga blok subnet yang valid adalah 0 (pasti ada), 32,64,96,128,160,192, dan 224. 
Network Address, Host Address dan Broadcast Address yang valid

Untuk mencari alamat host, alamat broadcast dan alamat network, kita langsung aja buat tabel lengkapnya berdasarkan perhitungan sebelumnya sebagai berikut: 





Menghitung Subnetting Dengan Bantuan Software


Untuk membantu kita dalam menghitung soal-soal subnetting, kita bisa menggunakan software seperti misalnya IP Address Calculator atau secara online dengan mengunjungi alamat http://www.subnet-calculator.com/


Demikianlah sekilas tentang pembahasan soal perhitungan subnetting, semoga ada manfaatnya. CMIIW…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.